QS Al-Hajj: 5 '..bahwa bumi itu kering, kemudian didatangkan hujan sehingga bumi itu hidup dan tumbuh bermacam macam tumbuhan'.
Bumi yang kering adalah antara hidup dan mati, sesuatu yang tidak bergerak. Namun Alloh sudah memberikan petunjuk bahwa dengan air yang diguyurkan kepada bumi, maka bumi itu hidup, bumi itu bergerak menerima air dan terus berproses menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tumbuhan.
Perkara menghidupkan yang mati adalah hal yang sepele bagi Alloh. Bumi adalah salah satu makhluk Alloh yang kompleks, besar menurut manusia, namun sangatlah kecil dihadapan Alloh, apakah sulit bagiNya untuk mengatur bumi ini?
Kembalilah kita kepada rukun Iman, percaya kepada Alloh dengan segala kuasanya, percaya kepada adanya hari akhir. Percaya bahwa Alloh maha menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup, percaya adanya proses pembangkitan manusia nanti dan diadili sesuai dengan amal ibadahnya.
Rabu, 24 Februari 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
QS Al-Israa: 70, Alloh memberi kelebihan yang sempurna.
QS Al-Israa: 70
Bahwa Alloh telah memuliakan anak Adam dengan mengangkut manusia di daratan dan dilautan, memberi mereka rezeki yang baik baik, telah melebihkan dengan kemuliaan diatas makhluk Alloh yang lain.
Artinya bahwa Alloh telah menjadikan daratan dan lautan sesuai dengan fitrah manusia. Dengan keterbatasan kekuatan fisik maupun mental, dengan sifat serakah dan pelupanya, manusia dibuat Alloh mampu hidup di daratan maupun di lautan. Dibanding dengan tumbuhan dan hewan misalnya, manusia lebih mulia dengan bekal otak dan akal budinya sehingga mempunyai kesempatan untuk berkembang secara luwes menyesuaikan diri. Tidak melulu makan rumput saja seperti kambing, tidak selamanya mengais sampah seperti anjing, dan tidak selamanya meniru niru orang lain seperti kera.
Dalam berkembang itulah manusia sering lupa ayat ini, sering menjadi penipu seperti monyet, jadi penjilat seperti anjing, dan bahkan mereka masih juga mengorek sampah diluar meskipun harta dirumah sudah melimpah.
Untuk itu, kita belajar bersama untuk menjadi orang yang penuh makna, penuh arti bagi lingkungan dan keluarga. Kita makhluk mulia yang mampu berusaha menjadi anggota rumah tangga yang membawa kebaikan.
Bahwa Alloh telah memuliakan anak Adam dengan mengangkut manusia di daratan dan dilautan, memberi mereka rezeki yang baik baik, telah melebihkan dengan kemuliaan diatas makhluk Alloh yang lain.
Artinya bahwa Alloh telah menjadikan daratan dan lautan sesuai dengan fitrah manusia. Dengan keterbatasan kekuatan fisik maupun mental, dengan sifat serakah dan pelupanya, manusia dibuat Alloh mampu hidup di daratan maupun di lautan. Dibanding dengan tumbuhan dan hewan misalnya, manusia lebih mulia dengan bekal otak dan akal budinya sehingga mempunyai kesempatan untuk berkembang secara luwes menyesuaikan diri. Tidak melulu makan rumput saja seperti kambing, tidak selamanya mengais sampah seperti anjing, dan tidak selamanya meniru niru orang lain seperti kera.
Dalam berkembang itulah manusia sering lupa ayat ini, sering menjadi penipu seperti monyet, jadi penjilat seperti anjing, dan bahkan mereka masih juga mengorek sampah diluar meskipun harta dirumah sudah melimpah.
Untuk itu, kita belajar bersama untuk menjadi orang yang penuh makna, penuh arti bagi lingkungan dan keluarga. Kita makhluk mulia yang mampu berusaha menjadi anggota rumah tangga yang membawa kebaikan.
Kamis, 18 Februari 2010
QS. An-Nahl :114 'makanlah yang halal lagi'
QS. An-Nahl :114 'makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang diberikan Alloh kepadamu, dan bersyukurlah'.
Wah..ternyata Alloh begitu sayang sama kita manusia, sampai sampai urusan makan urusan perut diurus juga. Ayat ini sangat mendalam artinya, kebutuhan perut dimulai sejak dari kehamilan, lahir, anak anak, remaja, dewasa sampai meninggal. Alloh memerintahkan dengan serius bahwa isi perut harus dari makanan halal lagi baik, didapat dari rezeki yang Alloh berikan. Jadi bukan dari mencuri -yaitu mengambil rezeki orang lain dengan curang- atau bukan dari menipu, korupsi, merampok dan lain lain.
Ingat bahwa makanan yang halal dan baik tapi didapat dari merampok maka itupun makanan yang tidak berkah. Makanan halal contoh minuman coca cola, itu bukanlah makanan baik karena merusak tubuh. Rujak bagi bayi adalah halal namun tidak baik bagi perutnya.
Wah..ternyata Alloh begitu sayang sama kita manusia, sampai sampai urusan makan urusan perut diurus juga. Ayat ini sangat mendalam artinya, kebutuhan perut dimulai sejak dari kehamilan, lahir, anak anak, remaja, dewasa sampai meninggal. Alloh memerintahkan dengan serius bahwa isi perut harus dari makanan halal lagi baik, didapat dari rezeki yang Alloh berikan. Jadi bukan dari mencuri -yaitu mengambil rezeki orang lain dengan curang- atau bukan dari menipu, korupsi, merampok dan lain lain.
Ingat bahwa makanan yang halal dan baik tapi didapat dari merampok maka itupun makanan yang tidak berkah. Makanan halal contoh minuman coca cola, itu bukanlah makanan baik karena merusak tubuh. Rujak bagi bayi adalah halal namun tidak baik bagi perutnya.
Minggu, 14 Februari 2010
10 cara menghadapi syetan
- Rusydi Nasution
Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:
1.Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".
2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."
3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".
4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".
5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".
6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".
7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".
8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".
9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".
10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya."
Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:
1.Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".
2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."
3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".
4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri (Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".
5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".
6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".
7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".
8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".
9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".
10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya."
Langganan:
Postingan (Atom)
